Makalah Padat Karya Salah Satu Upaya Untuk Mengatasi Pengangguran  

25.11.11


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kekuatan untuk menyelesaikan makalah Ilmu Sosial Dasar dengan pembahasan mengenai “Peran Padat Karya Dalam Mengatasi Pengangguran”. Makalah ini bertujuan untuk memberikan ulasan mengenai seberapa penting peran Padat Karya dalam kehidupan bermasyarakat yang dikemas dalam bahasan apik dengan metode SWOT(Strength, Weakness, Oportunity, Thread) yang memakai bahasa sehari-hari sehingga lebih mudah dicerna dan dipahami. Selain itu dilengkapi juga dengan kesimpulan dan rekomendasi yang membuat pembaca semakin paham dan dapat mengambil langkah untuk menyikapi Program Padat Karya ini.

Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca menjadi paham tentang peran padat karya,
dan juga bagaimana harus menyikapi padat karya ini di dalam kehidupan masyarakat.

Sedikit kata di atas kiranya bisa membuat menjadi sebuah pengantar bagi pembaca, semoga makalah ini bermanfaat bagi kehidupan kita dan juga berimbas baik pada masyarakat.


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring Berjalannya waktu dari tahun ke tahun semakin banyak pula penduduk Indonesia dari tahun 80-an masih sekitar 150 juta jiwa sampai tahun 90-an dimana penduduk di Indonesia mencapai 250 juta jiwa. Hal ini sebenarnya baik karena dengan keadaan seperti ini akan semakin banyak usia produktif untuk mendongkrak pasar dunia, namun di lapangan tidak demikian, karena minimnya lapangan pekerjaan. Kebanyakan dari penduduk Indonesia berebut posisi sebagai pegawai kantoran, bukan membuka lapangan pekerjaan sendiri. Hal ini juga bukan karena sebab, sebab utama adala gaji pokok yang menjanjikan, lain halnya dengan membuka usaha sendiri yang terkadang malah dipandang sebelah mata oleh orang dalam negeri.

Karena hal tersebut banyak pula penduduk yang masih menjadi pengangguran sampai saat ini, hal ini membuat DepNaKer(Departemen Tenaga Kerja) mengambil langkah untuk menanggulangi atau paling tidak mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia dengan adanya program “Padat Karya”. Padat Karya sendiri adalah gerakan membuat suatu karya dengan sedikit sekali manggunakan mesin melainkan menggunakan sumber daya manusia yang ada. Dengan adanya program ini diharapkan masyarakat yang masih mengaggur menjadi seorang pekerja, karena minimnya resource mesin yang digunakan.

Makalah ini dibuat untuk membahas tentang padat karya dengan metode SWOT dilengkapi juga dengan kesimpulan dan rekomendasinya.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum pada makalah adalah mempelajari tentang Apakah itu “Padat Karya” dan dampaknya bagi masyarakat.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus pada makalah ini adalah:
a. Mengidentifikasi Kelebihan, kekurangan, peluang serta tantangan dari program “Padat Karya”.
b. Mengidentifikasi kesimpulan dan Apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi “Padat Karya”.

C. Sasaran
Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1. Pembaca dapat menentukan langkah yang tepat dalam menyikapi usaha pemerintah mengentas pengangguran dengan program “Padat Karya” ini.
2. Pembaca dapat menyebarkan informasi mengenai program ini kepada orang yang kurang pengetahuannya tentang betapa pentingnya program “Padat Karya” ini.


BAB II PERMASALAHAN

Akhir-akhir ini pemerintah disibukkan dengan masalah kependudukan yang semakin hari semakin sulit untuk dicari jalan keluarnya. Membludaknya pertumbuhan dari tahun ke tahun menyebabkan banyaknya pengangguran dan kriminal karena lapangan pekerjaan yang kurang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduknya, dari sini muncul pertanyaan “Bagaimana mengentas atau paling tidak mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia?”. Depnaker sebagai badan yang paling bertanggungjawab akan hal ini meneluarkan sebuah program yang di sebut-sebut sebagai “Padat Karya”. Namun sebagaimana padat karya tersebut berpengaruh kepada kehidupan masyarakat? Apa kelemahan dan kelebihan padat karya? Bagaimana kita menyikapi padat karya tersebut? Pertanyaan tersebut tentunya selalu ada di benak kita sewaktu kita mendengar sesuatu yang asing. Di makalah ini kita akan mengulas satu per satu tentang program padat karya ini.

A. Kekuatan
Program padat karya ini memungkinkan masyarakat yang kurang mampu untuk menambah penghasilan mereka dengan membuat suatu karya, dengan kata lain jumlah pengangguran akan semakin berkurang seiring dengan suksesnya program ini.

Program ini memungkinkan untuk ekspor suatu karya negri ke luar negeri, dengan begitu tentunya devisa negara pun akan bertambah dan Indonesia akan semakin dikenal di mata dunia.

Program ini diharapkan akan menghasilkan suatu karya yang berharga, dengan begitu akan menimbulkan rasa cinta produk dalam negeri dan kegiatan import pun akan berkurang.

B. Kelemahan
Kurangnya perhatian dalam program ini, banyak juga pejabat dan orang-orang besar yang masih setia menggunakan produk-produk luar negeri seperti jepang dan korea karena dinilai lebih berharga dan lebih bagus kwalitasnya.

Masih banyaknya penduduk yang tetap ingin menjadi pegawai kantoran dengan bayangan pekerjaan lebih stabil karena sistemnya sudah jadi, gaji besar dan tinggal di ruangan ber-AC walaupun di lapangan tidak semua pegawai demikian.

Kurang bisanya masyarakat Indonesia bersaing dengan produk luar negeri, karena untuk bersaing tentunya harus memiliki sebuah nama sedangkan untuk memiliki sebuah nama diperlukan waktu yang tidak singkat.

C. Peluang
Dilihat di aspek ekonomi peluang untuk program padat karya sangat baik karena mengurangi resource untuk import alat dari luar negeri karena semua dikerjakan dengan sumber daya manusia yang ada.

Dilihat dari aspek sosial juga sangat baik, dengan di galakkannya program ini akan mengurangi jumlah pengangguran yang tentunya tingkat kriminalitas juga akan turun.

Dilihat dari aspek global, jika produk dalam negeri memiliki kualitas yang lebih baik daripada produk luar negri bukan tidak mungkin Indonesia akan menguasai pasar dunia.

D. Tantangan
Produk luar negeri yang semakin hari juga semakin tak mau kalah dari yang lain menyebabkan tingkat persaingan semakin ketat saja. Sebagai contoh belum selesai booming iPad sudah muncul iPad2 yang semakin canggih tehnologinya.

Dari dalam negeri sendiri pun semakin banyaknya perusahaan asing menjadikan masyarakat Indonesia semakin tidak mendiri, mereka berebut menjadi pegawa di perusahaan tersebut. Padahal jika kita serius menggarap produk produk dalam negeri, bukan hal yang mustahil dominasi Honda dan Yamaha di pasar dunia kita gusur dengan brand Indonesia, karena dilihat dari SDM maupun SDA seharusnya kita jauh jauh di atas mereka.

Tantangan berikutnya juga datang dari pemerintah sendiri, bagaimana tidak jika penduduk yang berjuang untuk perekonomian Indonesia sekarang malah kurang dihargai? Tentunya penduduk tersebut akan mencari pekerjaan dimana mereka lebih dihargai walaupun itu adalah perusahaan asing.


BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
1. Padat Karya adalah program yang diberlakukan pemerintah untuk mengentas pengangguran di Indonesia.
2. Program Padat Karya memiliki banyak keuntungan jika kita berhasil menghadapi semua tantangannya, jadi jika bukan kita yang mendukung, siapa lagi? Kita sebagai bangsa Indonesia juga baiknya mendukung dengan ikut berperan aktif dalam padat karya.
3. Pemerintah harus menyiapkan semua hal yang diperlukan untuk mensukseskan program Padat Karya, seperti penghargaan yang lebih tinggi dan juga membantu memasarkan produk dalam negeri tersebut ke luar negeri, karena semakin dikenal di mata dunia, nilai jual produk tersebut juga semakin tinggi.

B. Rekomendasi
1. Produk yang dihasilkan ada baiknya di produksi dari tingkat paling rendah sampai paling tinggi, untuk yang paling pilih dari bahan yang berkualitas juga dan jangan bohongi konsumen. Karena semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen maka semakin tinggi pula nilai jual produk kita. Toh kebanyakan orang juga sudah banyak yang mulai menganut “Ada Harga Ada Kualitas”. Dengan kualitas produk yang baik pula masyarakat Indonesia akan semakin cinta produk dalam negeri dan mulai meninggalkan produk import.
2. Pejabat dan orang-orang besar harusnya mendukung program ini dengan membeli produk dalam negeri, karena kebanyakan orang-orang yang konsumtif adalah orang yang mempunyai banyak uang. Jika mereka mengeluarkan uang untuk membeli produk dalam negeri bukan tidak mungkin masyarakat mulai memikirkan usaha apa yang kiranya banyak diminati di Indonesia dan semakin banyak pula terbuka lapangan pekerjaan.
3. Untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas memang diperlukan banyaknya lapangan pekerjaan, sebuah pabrik kerupuk ataupun pabrik makanan ringan sangat bisa menarik perhatian masyarakat sekitar. Mulailah dari bisnis yang kecil untuk mendapatkan sebuah bisnis yang besar.
4. Produk luar negeri yang semakin hari semakin canggih memang menjadi problem tersendiri ketatnya persaingan global. Tapi hal ini bisa juga kita siasati dengan menuntut ilmu di luar negeri bagi yang mampu. Paling tidak selama 5 tahun kita tentu tau bagaimana sifat dari orang luar negeri dan kita juga sudah berwawasan lebih luas daripada sekarang. Jika kita mampu membuat usaha di Indonesia dengan ilmu luar negeri bukan hal yang sulit untuk membuat semacam iPad2 atau bahkan mungkin kita bisa mengembangkannya lagi.


Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

BAB 9 Agama dan Masyarakat  


Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

BAB 8 ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN  

17.11.11



Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

BAB 7 Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan  

11.11.11












Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

Makalah Program Keluarga Berencana  

5.11.11

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rentang tahun 1800-1900 jumlah penduduk Indonesia bertambah tiga kali lipatnya. Sedangkan 1900 -2000 terjadi pertambahan penduduk lima kali lipat dari 40,2 juta orang menjadi 205,8 juta orang. Selama rentang 1900-2000, progran Keluarga Berencana (KB) berhasil mencegah kelahiran 80 juta orang. "Tanpa program KB jumlah penduduk hingga tahun 2000 diprediksi 285 juta orang, " ungkap Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr.Sugiri Syarief, MPA dalam acara Studium Generale ‘Kependudukan dan Program Keluarga Berencana: Peluang dan Tantangan', Jum'at (19/6) di Auditorium Thoyib Hadiwijaya Institut Pertanian Bogor (IPB). Acara ini digelar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB bekerjasama dengan BKKBN.

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi (Depkes RI, 1998).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum pada makalah adalah mempelajari tentang Apakah itu KB dan dampaknya bagi masyarakat.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus pada makalah ini adalah:
a. Mengidentifikasi Kelebihan, kekurangan, peluang serta tantangan dari program KB.
b. Mengidentifikasi kesimpulan dan Apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi KB.

C. Sasaran
Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1. Pembaca dapat menentukan langkah yang tepat dalam menyikapi usaha pemerintah menekan laju pertumbuhan penduduk dengan program KB ini.
2. Pembaca dapat menyebarkan informasi mengenai program ini kepada orang yang kurang pengetahuannya tentang betapa pentingnya program KB ini.






BAB II PERMASALAHAN

Akhir-akhir ini pemerintah disibukkan dengan masalah kependudukan yang semakin hari semakin sulit untuk dicari jalan keluarnya. Membludaknya pertumbuhan dari tahun ke tahun menyebabkan banyaknya pengangguran dan kriminal karena lapangan pekerjaan yang kurang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduknya, dari sini muncul pertanyaan “Bagaimana menekan laju pertumbuhan penduduk?”. Pertanyaan sederhana ini memang susah dicari jawabannya, karena banyaknya faktor mulai faktor kepercayaan sampai faktor-faktor yang lain. Namun di beberapa tahun terakhir ini pemerintah tampaknya telah menemukan formula yang tepat untuk mencari jalan tengahnya, yaitu dengan cara Keluarga Berencana atau biasa disebut KB.

A. Kekuatan
PROGRAM Keluarga Berencana (KB) mempunyai banyak keuntungan. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium. Bahkan dengan perencanaan kehamilan yang aman, sehat dan diinginkan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian maternal. Ini berarti program tersebut dapat memberikan keuntungan ekonomi dan kesehatan.

Pengaturan kelahiran memiliki benefit (keuntungan) kesehatan yang nyata, salah satu contoh pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium, penggunaan kondom dapat mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti HIV.

Meskipun penggunaan alat/obat kontrasepsi mempunyai efek samping dan risiko yang kadang-kadang merugikan kesehatan, namun demikian benefit penggunaan alat/ obat kontrasepsi tersebut akan lebih besar dibanding tidak menggunakan kontrasepsi yang memberikan risiko kesakitan dan kematian maternal.

Program KB menentukan kualitas keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain memberi keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, KB juga membantu remaja mangambil keputusan untuk memilih kehidupan yang lebih balk dengan merencanakan proses reproduksinya.

Program KB, bisa meningkatkan pria untuk ikut bertanggung jawab dalam kesehatan reproduksi mereka dan keluarganya. Ini merupakan keuntungan seseorang mengikuti program KB.

B. Kelemahan
Program KB ini dirasa dianggap kurang memadai, karena tidak semua Posyandu di pedesaan dibekali dengan infrastruktur dan keahlian pemeriksaan KB, ditambah lagi dengan kurangnya presentasi tentang pengetahuan KB di daerah pedesaan, sehingga kebanyakan masyarakat indonesia yang berdomisili di pedesaan masih kurang pengetahuaannya tentang Program KB dan manfaatnya, mereka masih beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki, padahal zaman semakin maju dan harus diimbangi dengan pemikiran yang semakin maju pula.

C. Peluang
Program KB ini memberikan peluang yang cukup baik dalam hampir semua sektor, sebagai contoh di sektor ekonomi, indonesia akan memiliki jumlah tenaga produktif yang tinggi. Penyebabnya adalah angka kematian yang rendah dan angka kelahiran yang mengalami penurunan dari angka yang tinggi. Selain itu ibu rumah tangga, yang sebelumnya tidak masuk ke dalam angkatan kerja, bisa masuk ke angkatan kerja disebabkan jumlah anak yang menurun. Dengan jumlah tenaga kerja yang tinggi dan depedency ratio yang ada pada titik terendah, kesejahteraan masyarakat indonesia bisa meningkat.

Selain itu jumlah anak yang berkurang membuat jumlah tabungan masyarakat bertambah. Jumlah tabungan yang bertambah bisa digunakan sebagai tambahan investasi sehingga akumulasi modal akan lebih cepat dalam kegiatan ekonomi.

Dari sisi sosial, maka akan sedikit pengangguran. Penyebabnya adalah perkembangan teknologi membutuhkan banyak tambahan tenaga kerja produktif, sementara pertumbuhan yang cukup akan membuat berkurangnya pengangguran dan angka kriminalitas.

D. Tantangan
Masyarakat masih kurang begitu meyakini manfaat program KB ini, banyak yang masih memandang KB dalam sudut yang sempit, baik di kalangan masyarakat maupun para tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Demikian pula pelayanan kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan pemeriksaan kehamilan dan pelayanan IUD yang masih dianggap tabu karena harus membuka aurat.

Selain itu, masih ada persepsi bahwa kematian ibu melahirkan adalah mati sahid dan banyak anak akan membawa rezeki. Kendala lainnya, masih adanya anggapan atau pengetahuan dari para tokoh agama bahwa KB hanya untuk membatasi jumlah anak atau kelahiran saja, dan belum memahami manfaat KB dalam kesehatan.

Tantangan berikutnya berasal dari sektor kesehatan, di sektor ini pemerintah harus menambah dokter-dokter dan bidan-bidan untuk ditempatkan di areal pedesaan, presentasi dan pendidikan pun tak luput dari tantangan pemerintah selanjutnya. Karena dengan pembekalan terhadap masyarakat akan membuat masyarakat bisa lebih yakin untuk melaksanakan program KB.





BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
1. Program KB adalah Program yang diberlakukan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin meningkat.
2. Program KB mempunyai lebih banyak keuntungan daripada kerugiannya, maka sebaiknya kita juga harus mendukung pemerintah untuk melaksanakan program KB dengan cara pembicaraan santai kepada para tetangga, ikut berpartisipasi dalam rangka penyuluhan program KB dari desa ke desa.
3. Pemerintah harus menyiapkan semua hal yang diperlukan untuk mensukseskan program KB, seperti pembenahan infrastruktur posyandu di pedesaan,penyuluhan program KB dll, dan semua hal yang diperlukan setelah program KB ini sukses seperti penyediaan lapangan pekerjaan, agar bisa menekan angka pengangguran di Indonesia.

B. Rekomendasi
1. Mengingat banyaknya keuntungan dan peluang yang timbul dari program KB, kita sebagai putra bangsa harus turut mensukseskan program ini.
2. Pemerataan kesehatan dan pendidikan harus disiapkan oleh pemerintah agar program KB ini cepat tercapai.
3. Lapangan pekerjaan pun juga harus dipenuhi untuk menekan angka pengangguran, agar angka kriminalitas pun berkurang dan masyarakat indonesia menjadi masyarakat yang maju dan bermutu.




Referensi
http://911medical.blogspot.com/2008/04/artikel-makalah-tentang-kb-keluarga.html
http://web.ipb.ac.id/~tpb/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=19
http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/07/18/kb-memberikan-keuntungan/
m.kompasiana.com/post/manajemen/2010/05/31/window-of-opportunity-peluang-tantangan-dan-bagaimana-memanfaatkannya/ Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

2.11.11

Pelapisan Sosial



Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

Design by Amanda @ Blogger Buster