Makalah Dampak Kemiskinan Dalam Perilaku Sosial  

29.12.11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kekuatan untuk menyelesaikan makalah Ilmu Sosial Dasar dengan pembahasan mengenai “Analisis Dampak Kemiskinan Terhadap Perilaku Sosial”. Makalah ini bertujuan untuk memberikan ulasan mengenai dampak kemiskinan terhadap kehidupan bermasyarakat secara sempit maupun luas yang dikemas dalam bahasan apik dengan metode SWOT(Strength, Weakness, Oportunity, Thread) yang memakai bahasa sehari-hari sehingga lebih mudah dicerna dan dipahami. Selain itu dilengkapi juga dengan kesimpulan dan rekomendasi yang membuat pembaca semakin paham dan dapat mengetahui seberapa berpengaruh dampak kemiskinan dalam kehidupan bermasyarakat ini.

Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca menjadi paham tentang dampak kemiskinan,
dan juga bagaimana harus menyikapi dampak kemiskinan ini di dalam kehidupan masyarakat.

Sedikit kata di atas kiranya bisa membuat menjadi sebuah pengantar bagi pembaca, semoga makalah ini bermanfaat bagi kehidupan kita dan juga berimbas baik pada masyarakat.


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemiskinan bukanlah hal yang jarang kita jumpai, siaran berita di televisi pun hampir setiap hari menayangkan berita mengenai kemiskinan di Indonesia. Terhitung sejak 2002 jumlah kemiskinan semakin bertambah seiring dengan minimnya lapangan pekerjaan dan tumbuhnya jumlah penduduk. Pemerintah sudah mengantisipasi dengan mengadakan program KB dan Padat Karya, tetapi hal itu belum mencapai 40% dari yang di targetkan pemerintah.

Kemiskinan yang sebenarnya adalah kewajiban pemerintah untuk memeranginya kini menjadi kewajiban bersama, agar tercipta kehidupan yang damai antar masyarakat di Indonesia.

Makalah ini dibuat untuk membahas tentang dampak kemiskinan terhadap perilaku sosial dengan metode SWOT dilengkapi juga dengan kesimpulan dan rekomendasinya.

B.Tujuan
1.Tujuan Umum
Tujuan umum pada makalah adalah mempelajari tentang Apa saja Dampak Kemiskinan bagi masyarakat.
2.Tujuan Khusus
Tujuan khusus pada makalah ini adalah:
a.Mengidentifikasi Kelebihan, kekurangan, peluang serta tantangan dari dampak kemiskinan terhadap perilaku masyarakat.
b.Mengidentifikasi kesimpulan dan Apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi dampak kemiskinan
terhadap perilaku masyarakat.

C.Sasaran
Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1.Pembaca dapat menentukan langkah yang tepat dalam menyikapi dampak kemiskinan terhadap perilaku masyarakat.
2.Pembaca dapat menyebarkan informasi mengenai dampak kemiskinan terhadap perilaku masyarakat agar kemiskinan dapat kita perangi bersama.


BAB II PERMASALAHAN

Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan minimnya lapangan pekerjaan di pedesaan menjadikan orang berkeinginan untuk merantau ke kota-kota besar terutama di ibukota. Namun hal tersebut belum tentu sesuai yang diharapkan. Kehidupan di Ibukota menjadi semakin keras saat semua orang berusaha untuk mendapat kesejahteraan. Banyak orang yang mempunyai skill di bidangnya dapat dengan mudah mencapainya, namun banyak juga yang malah menganggur di kota besar ini.
Semakin banyaknya tingkat pengangguran akan membuat mereka melakukan apa saja demi menyambung kehidupan, tindakan kriminal pun menjadi salah satu tindakan.
Selain itu kemiskinan menyebabkan sisi lain ibukota jakarta menjadi tontonan yang tidak layak, banyak rumah-rumah dari kardus di buat di sepanjang rel kereta api tanpa memikirkan keselamatan, di kolong-kolong jembatan pun benyak dibangun rumah seadanya.

A.Kekuatan
Kemiskinan merupakan kesenjangan sosial yang sudah umum terjadi di masyarakat, dengan menyumbangkan sedikit harta kita tentunya kita juga akan merasakan keindahan berbagi untuk sesama.

Kemiskinan yang terjadi membuat orang-orang itu menjadi pekerja mau melakukan apa saja demi mencukupi kehidupan mereka, mereka bisa dengan mudah diminta pertolongan untuk membersihkan sampah di got-got jakarta dan pekerjaan lain yang tidak bisa kita dapatkan dari orang yang kaya.

Kemiskinan dari pedesaan tentunya akan mendorong mereka menjual apa saja hasil dari pedesaan ke perkotaan, hal ini tentunya akan mencukupi kebutuhan sandang dan pangan masyarakat perkotaan.

B.Kelemahan
Namun selain mereka bisa bekerja sebagai apapun, adakalanya pekerjaan tidak datang dan tindakan kriminal kerap kali dilakukan. Hal ini yang kebanyakan membuat masyarakat resah.

Kemiskinan yang terjadi membuat kita benar-benar trenyuh akan kehidupan mereka. Banyak rumah di bangun di sepanjang rel kereta api, karena keuangan mereka hanya cukup untuk membeli makan sehari-hari saja.

Banyaknya kemiskinan di pedesaan membuat banyak orang yang mencoba ke perkotaan, namun di perkotaan pun tidak ada pekerjaan di dapat, pengangguran semakin banyak di perkotaan, kemacetan dan keresahan pun meningkat.

C.Peluang
Lapangan pekerjaan benar-benar tindakan yang tepat untuk mengurangi jumlah kemiskinan, sekali kita membuka lapangan pekerjaan, tentunya akan langsung banyak orang yang mencalonkan diri sebagai pekerja. Hal ini bisa menjadi baik jika orang-orang tersebut bekerja dengan sungguh-sungguh.

Dilihat dari segi keagamaan pun kita juga dituntut untuk menyisihkan sedikit harta kita untuk fakir miskin, inilah saat yang tepat untuk bersedekah kepada mereka.

Pasar pun akan semakin luas, jika orang-orang tersebut mencari ide kreatif seperti membuat kerajinan dan yang lainnya, dengan semakin banyaknya ide kreatif maka nilai jual Indonesia di mata negara lain akan semakin meningkat.

D.Tantangan
Banyaknya orang yang menganggur dan termasuk dalam kategori miskin, membuat tantangan tersendiri bagi pemerintah, pemerintah harus berpikir extra keras untuk membuat lapangan pekerjaan yang bermutu bagi pengangguran Indonesia.

Kita pun ditantang untuk berperilaku baik dan menaati peraturan, selain itu aparat-aparat keamanan dan aparatur negara pun harus mentaati peraturan itu. Kalau kita baik ada kemungkinan investor negara asing akan mendirikan pabrik di Indonesia, dan lapangan pekerjaan pun bertambah.

Tantangan berikutnya datang dari masyarakat itu sendiri, siapkah mereka untuk bekerja dengan baik? Sebanyak apapun pekerjaan jika kita tidak menguasai bidang kita juga pasti akan di keluarkan dari perusahaan. Mereka harus menyiapkan diri dengan terus mengembangkan skill yang dimilikinya.

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.Kesimpulan
1.Dampak Kemiskinan pada perilaku sosial sangat banyak, ada yang positif dan ada yang negatif, oleh karena itu semua orang dituntut bisa menjadikan sisi negatif kemiskinan menjadi sisi positifnya.
2.Dampak kemiskinan lebih banyak dampak negatifnya, disini kita harus mengerti bagaimana cara untuk menekan dampak negatif, sehingga kehidupan bermasyarakat kita menjadi lebih sejahtera.
3.Pemerintah harus memikirkan cara untuk memperbanyak lapangan pekerjaan, dan juga harus memikirkan cara agar masyarakat berperilaku baik, sehingga investor di negara lain mau membangun lapangan pekerjaan di Indonesia.

B.Rekomendasi
1.Barang-barang dari pedesaan yang di jual ke perkotaan harusnya sampai di tempat sebelum menjadi barnag jelek, oleh karena itu sistem distribusi harus disiapkan agar berbuah baik di kedua belah pihak.
2.Satu-satunya jalan untuk mengurangi tingkat kriminal adalah lapangan pekerjaan, disini kita harus tunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang bagus untuk investasi, sehingga investor pun berbondong-bondong untuk mendirikan perusahaan dan pabrik di Indonesia.
3.Ide-ide kreatif perlu selalu dikembangkan, mengingat dengan adanya ide kreatif kita bisa kembangkan menjadi lapangan pakerjaan yang bisa membuat mata dunia teralihkan ke indonesia.
4.mempersiapkan diri bisa dimulai dari sekarang, kita bisa bersekolah di SMK untuk mendapatkan ketrampilan lebih dulu agar kita dapat bekerja setelah lulus SMKnya selain itu kita juga harus tetap mengembangkan skill dan kemampuan kita agar apapun lapangan pekerjaan yang kita peroleh, kita bisa mengerjakannya dengan baik.





Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

Prasangka, DIskriminasi dan Etnosentrisme  


Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

Makalah Padat Karya Salah Satu Upaya Untuk Mengatasi Pengangguran  

25.11.11


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kekuatan untuk menyelesaikan makalah Ilmu Sosial Dasar dengan pembahasan mengenai “Peran Padat Karya Dalam Mengatasi Pengangguran”. Makalah ini bertujuan untuk memberikan ulasan mengenai seberapa penting peran Padat Karya dalam kehidupan bermasyarakat yang dikemas dalam bahasan apik dengan metode SWOT(Strength, Weakness, Oportunity, Thread) yang memakai bahasa sehari-hari sehingga lebih mudah dicerna dan dipahami. Selain itu dilengkapi juga dengan kesimpulan dan rekomendasi yang membuat pembaca semakin paham dan dapat mengambil langkah untuk menyikapi Program Padat Karya ini.

Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca menjadi paham tentang peran padat karya,
dan juga bagaimana harus menyikapi padat karya ini di dalam kehidupan masyarakat.

Sedikit kata di atas kiranya bisa membuat menjadi sebuah pengantar bagi pembaca, semoga makalah ini bermanfaat bagi kehidupan kita dan juga berimbas baik pada masyarakat.


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring Berjalannya waktu dari tahun ke tahun semakin banyak pula penduduk Indonesia dari tahun 80-an masih sekitar 150 juta jiwa sampai tahun 90-an dimana penduduk di Indonesia mencapai 250 juta jiwa. Hal ini sebenarnya baik karena dengan keadaan seperti ini akan semakin banyak usia produktif untuk mendongkrak pasar dunia, namun di lapangan tidak demikian, karena minimnya lapangan pekerjaan. Kebanyakan dari penduduk Indonesia berebut posisi sebagai pegawai kantoran, bukan membuka lapangan pekerjaan sendiri. Hal ini juga bukan karena sebab, sebab utama adala gaji pokok yang menjanjikan, lain halnya dengan membuka usaha sendiri yang terkadang malah dipandang sebelah mata oleh orang dalam negeri.

Karena hal tersebut banyak pula penduduk yang masih menjadi pengangguran sampai saat ini, hal ini membuat DepNaKer(Departemen Tenaga Kerja) mengambil langkah untuk menanggulangi atau paling tidak mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia dengan adanya program “Padat Karya”. Padat Karya sendiri adalah gerakan membuat suatu karya dengan sedikit sekali manggunakan mesin melainkan menggunakan sumber daya manusia yang ada. Dengan adanya program ini diharapkan masyarakat yang masih mengaggur menjadi seorang pekerja, karena minimnya resource mesin yang digunakan.

Makalah ini dibuat untuk membahas tentang padat karya dengan metode SWOT dilengkapi juga dengan kesimpulan dan rekomendasinya.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum pada makalah adalah mempelajari tentang Apakah itu “Padat Karya” dan dampaknya bagi masyarakat.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus pada makalah ini adalah:
a. Mengidentifikasi Kelebihan, kekurangan, peluang serta tantangan dari program “Padat Karya”.
b. Mengidentifikasi kesimpulan dan Apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi “Padat Karya”.

C. Sasaran
Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1. Pembaca dapat menentukan langkah yang tepat dalam menyikapi usaha pemerintah mengentas pengangguran dengan program “Padat Karya” ini.
2. Pembaca dapat menyebarkan informasi mengenai program ini kepada orang yang kurang pengetahuannya tentang betapa pentingnya program “Padat Karya” ini.


BAB II PERMASALAHAN

Akhir-akhir ini pemerintah disibukkan dengan masalah kependudukan yang semakin hari semakin sulit untuk dicari jalan keluarnya. Membludaknya pertumbuhan dari tahun ke tahun menyebabkan banyaknya pengangguran dan kriminal karena lapangan pekerjaan yang kurang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduknya, dari sini muncul pertanyaan “Bagaimana mengentas atau paling tidak mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia?”. Depnaker sebagai badan yang paling bertanggungjawab akan hal ini meneluarkan sebuah program yang di sebut-sebut sebagai “Padat Karya”. Namun sebagaimana padat karya tersebut berpengaruh kepada kehidupan masyarakat? Apa kelemahan dan kelebihan padat karya? Bagaimana kita menyikapi padat karya tersebut? Pertanyaan tersebut tentunya selalu ada di benak kita sewaktu kita mendengar sesuatu yang asing. Di makalah ini kita akan mengulas satu per satu tentang program padat karya ini.

A. Kekuatan
Program padat karya ini memungkinkan masyarakat yang kurang mampu untuk menambah penghasilan mereka dengan membuat suatu karya, dengan kata lain jumlah pengangguran akan semakin berkurang seiring dengan suksesnya program ini.

Program ini memungkinkan untuk ekspor suatu karya negri ke luar negeri, dengan begitu tentunya devisa negara pun akan bertambah dan Indonesia akan semakin dikenal di mata dunia.

Program ini diharapkan akan menghasilkan suatu karya yang berharga, dengan begitu akan menimbulkan rasa cinta produk dalam negeri dan kegiatan import pun akan berkurang.

B. Kelemahan
Kurangnya perhatian dalam program ini, banyak juga pejabat dan orang-orang besar yang masih setia menggunakan produk-produk luar negeri seperti jepang dan korea karena dinilai lebih berharga dan lebih bagus kwalitasnya.

Masih banyaknya penduduk yang tetap ingin menjadi pegawai kantoran dengan bayangan pekerjaan lebih stabil karena sistemnya sudah jadi, gaji besar dan tinggal di ruangan ber-AC walaupun di lapangan tidak semua pegawai demikian.

Kurang bisanya masyarakat Indonesia bersaing dengan produk luar negeri, karena untuk bersaing tentunya harus memiliki sebuah nama sedangkan untuk memiliki sebuah nama diperlukan waktu yang tidak singkat.

C. Peluang
Dilihat di aspek ekonomi peluang untuk program padat karya sangat baik karena mengurangi resource untuk import alat dari luar negeri karena semua dikerjakan dengan sumber daya manusia yang ada.

Dilihat dari aspek sosial juga sangat baik, dengan di galakkannya program ini akan mengurangi jumlah pengangguran yang tentunya tingkat kriminalitas juga akan turun.

Dilihat dari aspek global, jika produk dalam negeri memiliki kualitas yang lebih baik daripada produk luar negri bukan tidak mungkin Indonesia akan menguasai pasar dunia.

D. Tantangan
Produk luar negeri yang semakin hari juga semakin tak mau kalah dari yang lain menyebabkan tingkat persaingan semakin ketat saja. Sebagai contoh belum selesai booming iPad sudah muncul iPad2 yang semakin canggih tehnologinya.

Dari dalam negeri sendiri pun semakin banyaknya perusahaan asing menjadikan masyarakat Indonesia semakin tidak mendiri, mereka berebut menjadi pegawa di perusahaan tersebut. Padahal jika kita serius menggarap produk produk dalam negeri, bukan hal yang mustahil dominasi Honda dan Yamaha di pasar dunia kita gusur dengan brand Indonesia, karena dilihat dari SDM maupun SDA seharusnya kita jauh jauh di atas mereka.

Tantangan berikutnya juga datang dari pemerintah sendiri, bagaimana tidak jika penduduk yang berjuang untuk perekonomian Indonesia sekarang malah kurang dihargai? Tentunya penduduk tersebut akan mencari pekerjaan dimana mereka lebih dihargai walaupun itu adalah perusahaan asing.


BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
1. Padat Karya adalah program yang diberlakukan pemerintah untuk mengentas pengangguran di Indonesia.
2. Program Padat Karya memiliki banyak keuntungan jika kita berhasil menghadapi semua tantangannya, jadi jika bukan kita yang mendukung, siapa lagi? Kita sebagai bangsa Indonesia juga baiknya mendukung dengan ikut berperan aktif dalam padat karya.
3. Pemerintah harus menyiapkan semua hal yang diperlukan untuk mensukseskan program Padat Karya, seperti penghargaan yang lebih tinggi dan juga membantu memasarkan produk dalam negeri tersebut ke luar negeri, karena semakin dikenal di mata dunia, nilai jual produk tersebut juga semakin tinggi.

B. Rekomendasi
1. Produk yang dihasilkan ada baiknya di produksi dari tingkat paling rendah sampai paling tinggi, untuk yang paling pilih dari bahan yang berkualitas juga dan jangan bohongi konsumen. Karena semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen maka semakin tinggi pula nilai jual produk kita. Toh kebanyakan orang juga sudah banyak yang mulai menganut “Ada Harga Ada Kualitas”. Dengan kualitas produk yang baik pula masyarakat Indonesia akan semakin cinta produk dalam negeri dan mulai meninggalkan produk import.
2. Pejabat dan orang-orang besar harusnya mendukung program ini dengan membeli produk dalam negeri, karena kebanyakan orang-orang yang konsumtif adalah orang yang mempunyai banyak uang. Jika mereka mengeluarkan uang untuk membeli produk dalam negeri bukan tidak mungkin masyarakat mulai memikirkan usaha apa yang kiranya banyak diminati di Indonesia dan semakin banyak pula terbuka lapangan pekerjaan.
3. Untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas memang diperlukan banyaknya lapangan pekerjaan, sebuah pabrik kerupuk ataupun pabrik makanan ringan sangat bisa menarik perhatian masyarakat sekitar. Mulailah dari bisnis yang kecil untuk mendapatkan sebuah bisnis yang besar.
4. Produk luar negeri yang semakin hari semakin canggih memang menjadi problem tersendiri ketatnya persaingan global. Tapi hal ini bisa juga kita siasati dengan menuntut ilmu di luar negeri bagi yang mampu. Paling tidak selama 5 tahun kita tentu tau bagaimana sifat dari orang luar negeri dan kita juga sudah berwawasan lebih luas daripada sekarang. Jika kita mampu membuat usaha di Indonesia dengan ilmu luar negeri bukan hal yang sulit untuk membuat semacam iPad2 atau bahkan mungkin kita bisa mengembangkannya lagi.


Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

BAB 9 Agama dan Masyarakat  


Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

BAB 8 ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN  

17.11.11



Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

BAB 7 Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan  

11.11.11












Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

Makalah Program Keluarga Berencana  

5.11.11

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rentang tahun 1800-1900 jumlah penduduk Indonesia bertambah tiga kali lipatnya. Sedangkan 1900 -2000 terjadi pertambahan penduduk lima kali lipat dari 40,2 juta orang menjadi 205,8 juta orang. Selama rentang 1900-2000, progran Keluarga Berencana (KB) berhasil mencegah kelahiran 80 juta orang. "Tanpa program KB jumlah penduduk hingga tahun 2000 diprediksi 285 juta orang, " ungkap Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr.Sugiri Syarief, MPA dalam acara Studium Generale ‘Kependudukan dan Program Keluarga Berencana: Peluang dan Tantangan', Jum'at (19/6) di Auditorium Thoyib Hadiwijaya Institut Pertanian Bogor (IPB). Acara ini digelar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB bekerjasama dengan BKKBN.

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi (Depkes RI, 1998).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum pada makalah adalah mempelajari tentang Apakah itu KB dan dampaknya bagi masyarakat.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus pada makalah ini adalah:
a. Mengidentifikasi Kelebihan, kekurangan, peluang serta tantangan dari program KB.
b. Mengidentifikasi kesimpulan dan Apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi KB.

C. Sasaran
Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1. Pembaca dapat menentukan langkah yang tepat dalam menyikapi usaha pemerintah menekan laju pertumbuhan penduduk dengan program KB ini.
2. Pembaca dapat menyebarkan informasi mengenai program ini kepada orang yang kurang pengetahuannya tentang betapa pentingnya program KB ini.






BAB II PERMASALAHAN

Akhir-akhir ini pemerintah disibukkan dengan masalah kependudukan yang semakin hari semakin sulit untuk dicari jalan keluarnya. Membludaknya pertumbuhan dari tahun ke tahun menyebabkan banyaknya pengangguran dan kriminal karena lapangan pekerjaan yang kurang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduknya, dari sini muncul pertanyaan “Bagaimana menekan laju pertumbuhan penduduk?”. Pertanyaan sederhana ini memang susah dicari jawabannya, karena banyaknya faktor mulai faktor kepercayaan sampai faktor-faktor yang lain. Namun di beberapa tahun terakhir ini pemerintah tampaknya telah menemukan formula yang tepat untuk mencari jalan tengahnya, yaitu dengan cara Keluarga Berencana atau biasa disebut KB.

A. Kekuatan
PROGRAM Keluarga Berencana (KB) mempunyai banyak keuntungan. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium. Bahkan dengan perencanaan kehamilan yang aman, sehat dan diinginkan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian maternal. Ini berarti program tersebut dapat memberikan keuntungan ekonomi dan kesehatan.

Pengaturan kelahiran memiliki benefit (keuntungan) kesehatan yang nyata, salah satu contoh pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium, penggunaan kondom dapat mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti HIV.

Meskipun penggunaan alat/obat kontrasepsi mempunyai efek samping dan risiko yang kadang-kadang merugikan kesehatan, namun demikian benefit penggunaan alat/ obat kontrasepsi tersebut akan lebih besar dibanding tidak menggunakan kontrasepsi yang memberikan risiko kesakitan dan kematian maternal.

Program KB menentukan kualitas keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain memberi keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, KB juga membantu remaja mangambil keputusan untuk memilih kehidupan yang lebih balk dengan merencanakan proses reproduksinya.

Program KB, bisa meningkatkan pria untuk ikut bertanggung jawab dalam kesehatan reproduksi mereka dan keluarganya. Ini merupakan keuntungan seseorang mengikuti program KB.

B. Kelemahan
Program KB ini dirasa dianggap kurang memadai, karena tidak semua Posyandu di pedesaan dibekali dengan infrastruktur dan keahlian pemeriksaan KB, ditambah lagi dengan kurangnya presentasi tentang pengetahuan KB di daerah pedesaan, sehingga kebanyakan masyarakat indonesia yang berdomisili di pedesaan masih kurang pengetahuaannya tentang Program KB dan manfaatnya, mereka masih beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki, padahal zaman semakin maju dan harus diimbangi dengan pemikiran yang semakin maju pula.

C. Peluang
Program KB ini memberikan peluang yang cukup baik dalam hampir semua sektor, sebagai contoh di sektor ekonomi, indonesia akan memiliki jumlah tenaga produktif yang tinggi. Penyebabnya adalah angka kematian yang rendah dan angka kelahiran yang mengalami penurunan dari angka yang tinggi. Selain itu ibu rumah tangga, yang sebelumnya tidak masuk ke dalam angkatan kerja, bisa masuk ke angkatan kerja disebabkan jumlah anak yang menurun. Dengan jumlah tenaga kerja yang tinggi dan depedency ratio yang ada pada titik terendah, kesejahteraan masyarakat indonesia bisa meningkat.

Selain itu jumlah anak yang berkurang membuat jumlah tabungan masyarakat bertambah. Jumlah tabungan yang bertambah bisa digunakan sebagai tambahan investasi sehingga akumulasi modal akan lebih cepat dalam kegiatan ekonomi.

Dari sisi sosial, maka akan sedikit pengangguran. Penyebabnya adalah perkembangan teknologi membutuhkan banyak tambahan tenaga kerja produktif, sementara pertumbuhan yang cukup akan membuat berkurangnya pengangguran dan angka kriminalitas.

D. Tantangan
Masyarakat masih kurang begitu meyakini manfaat program KB ini, banyak yang masih memandang KB dalam sudut yang sempit, baik di kalangan masyarakat maupun para tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Demikian pula pelayanan kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan pemeriksaan kehamilan dan pelayanan IUD yang masih dianggap tabu karena harus membuka aurat.

Selain itu, masih ada persepsi bahwa kematian ibu melahirkan adalah mati sahid dan banyak anak akan membawa rezeki. Kendala lainnya, masih adanya anggapan atau pengetahuan dari para tokoh agama bahwa KB hanya untuk membatasi jumlah anak atau kelahiran saja, dan belum memahami manfaat KB dalam kesehatan.

Tantangan berikutnya berasal dari sektor kesehatan, di sektor ini pemerintah harus menambah dokter-dokter dan bidan-bidan untuk ditempatkan di areal pedesaan, presentasi dan pendidikan pun tak luput dari tantangan pemerintah selanjutnya. Karena dengan pembekalan terhadap masyarakat akan membuat masyarakat bisa lebih yakin untuk melaksanakan program KB.





BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
1. Program KB adalah Program yang diberlakukan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin meningkat.
2. Program KB mempunyai lebih banyak keuntungan daripada kerugiannya, maka sebaiknya kita juga harus mendukung pemerintah untuk melaksanakan program KB dengan cara pembicaraan santai kepada para tetangga, ikut berpartisipasi dalam rangka penyuluhan program KB dari desa ke desa.
3. Pemerintah harus menyiapkan semua hal yang diperlukan untuk mensukseskan program KB, seperti pembenahan infrastruktur posyandu di pedesaan,penyuluhan program KB dll, dan semua hal yang diperlukan setelah program KB ini sukses seperti penyediaan lapangan pekerjaan, agar bisa menekan angka pengangguran di Indonesia.

B. Rekomendasi
1. Mengingat banyaknya keuntungan dan peluang yang timbul dari program KB, kita sebagai putra bangsa harus turut mensukseskan program ini.
2. Pemerataan kesehatan dan pendidikan harus disiapkan oleh pemerintah agar program KB ini cepat tercapai.
3. Lapangan pekerjaan pun juga harus dipenuhi untuk menekan angka pengangguran, agar angka kriminalitas pun berkurang dan masyarakat indonesia menjadi masyarakat yang maju dan bermutu.




Referensi
http://911medical.blogspot.com/2008/04/artikel-makalah-tentang-kb-keluarga.html
http://web.ipb.ac.id/~tpb/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=19
http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/07/18/kb-memberikan-keuntungan/
m.kompasiana.com/post/manajemen/2010/05/31/window-of-opportunity-peluang-tantangan-dan-bagaimana-memanfaatkannya/ Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

2.11.11

Pelapisan Sosial



Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

24.10.11

BAB 5 HUBUNGAN ANTARA HUKUM, NEGARA DAN PEMERINTAHAN











Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

BAB 4 PEMUDA DAN SOSIALISASI







Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

13.10.11

BAB I PENDAHULUAN

Urbanisasi merupakan salah satu solusi daripemerintah dalam pemecahan masalah di perkotaan. Awam sering mengacaukan pengertian urbanisasi sebagai suatu perpindahan dari desa ke kota, walaupun hal itu merupakan salah satu sebab dari urbanisasi. Tulisan ini merupakan sebuah pemaparan mengenai ‘urbanisasi pasca lebaran’ yang didalamnya terdapat kekuatan, kelemahan, peluang serta hambatan yang ditimbulkan oleh urbanisasi pasca lebaran. Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang sisi positif dan negatif dari urbanisasipasca lebaran secara tepat.

A. PENGERTIAN

Pengertian urbanisasi yang sebenarnya menurut Ensiklopedia Nasional Indonesia adalah suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Selain itu dalam ilmu lingkungan, urbanisasi dapat diartikan dalam dua pengertian.

Pengertian pertama adalah merupakan suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan sosial-ekonomi-budaya wilayah karena percepatan kemajuan ekonomi. Contohnya adalah daerah

Cibinong dan Bontang yang berubah dari desa ke kota karena adanya kegiatan industri.

Pengertian Kedua adalah banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke kota, karena adanya penarik di kota, misal kesempatan kerja.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian urbanisasi adalah merupakan suatu proses perubahan dari desa ke kota yang meliputi wilayah daerah beserta masyarakat di dalamnya dan dipengaruhi oleh aspek-aspek fisik morfologi, sosial, ekonomi, budaya dan psikologi masyarakatnya.

B. LATAR BELAKANG

Saat ini Urbanisasi sudah merupakan kegiatan rutin tahunan pasca lebaran. Hal ini dikarenakan desa sudah tidak menjanjikan untuk mencari kehidupan. Minimnya pusat perdagangan dan lapangan pekerjaan di pedesaan pun menjadi salah satu faktor pendorong utama terjadinya urbanisasi saat ini. Apalagi setelah lebaran yang mana merupakan sarana berkumpulnya sanak saudara di kampung halaman dan berbagi cerita kehidupan di perkotaan yang begitu “WAH”-nya terdengar di telinga masyarakat pedesaan.

Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Jogja, Medan, Makassar dan Bali senantiasa menjadi kota yang menjanjikan kehidupan saat ini dengan banyaknya pusat perdagangan dan lapangan pekerjaan.

Namun di sisi lain pemerintah daerah dan pemerintah kota sampai saat ini belum menemukan pemecahan yang tuntas mengenai masalah melonjaknya penduduk pasca lebaran tersebut, bahkan sampai saat masih sering kita dengar tindak-tindak kriminal di kota-kota besar tersebut.

C. TUJUAN

Tujuan utama dari Urbanisasi ini bagi beberapa orang, bahkan mungkin semua orang yang melakukannya adalah untuk mencari kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Karena jika dilihat dari sisi lapangan pekerjaan sampai upah yang diterima sudah jelas kota-kota besar mampu membri peluang lebih baik dari pada pedesaan. Hal ini dikarenakan hampir 60% pusat perdagangan dan pusat pemerintahan berjalan di kota besar.

Selain itu ada juga beberapa tujuan lain yang menjadi faktor pendorong masyarakat pedesaan melakukan urbanisasi, yaitu ingin mengetahui gaya hidup masyarakat perkotaan yang terlihat sangat berbeda dengan gaya hidup masyarakat pedesaan, meningkatkan kualitas diri karena di kota akan lebih banyak orang yang dijumpai dengan berbagai sifat dan perilaku yang bermacam-macam, serta mencari ilmu dan pengelaman selama tinggal di kota.

D. SASARAN

Sasaran daripada urbanisasi pasca lebaran ini adalah kota-kota besar. Jakarta adalah kota yang paling banyak diminati oleh kebanyakan orang di seluruh pelosok negeri. Karena label-nya sebagai kota metropolitan sangat menjanjikan pekerjaan yang layak, ditambah dengan UMR yang relatif besar daripada kota-kota lain.

Yang kedua adalah Bali dan Jogjakarta, Bali dan Jogjakarta dikenal sebagai 2 tempat paling ramai tempat wisata, mulai wisata alamnya sampai adat istiadat yang masih kental merupakan nilai plus tersendiri bagi kedua kota tersebut selain juga UMR nya yang juga besar.

Ibukota-ibukota daerah juga merupakan sasaran terbaik bagi kaum urban yang tidak ingin meninggalkan kampung halaman terlalu jauh, karena di ibukota-ibukota juga sudah cukup untuk mendapatkan pekerjaan yang layak daripada harus berdiam diri di kampung halaman.

BAB II ANALISIS SWOT

A. KEKUATAN (STRENGTH)

Dari sisi Perekonomian, urbanisasi pada tingkatan tertentu pasti akan menguntungkan bagi kota tujuan, hal ini dikarenakan semakin tergeraknya roda perekonomian dikota tersebut, selain itu juga para lulusan SMK,Diploma dan Sarjana yang berbondong-bondong ke kota juga merupakan nilai plus tersendiri karena skill mereka sangat menunjang provit perusahaan yang sedang berkembang maupun perusahaan yang sudah besar.

Selain berguna bagi tempat kerja dan kota tujuan urbanisasi, sebagian para lulusan ini juga kerap berkumpul dan mengumpulkan dana untuk membantu orang –orang miskin di sekitarnya.

B. KELEMAHAN(WEAKNESS)

Di sisi lain, para urban yang tidak memiliki skill yang sesuai kriteria perusahaan terpaksa akan menganggur di kota tujuan, hal ini membuat angka pengangguran semakin tinggi.

Tingkat tingginya urbanisasi di perkotaan yang tidak dapat dikontrol dan sebagainya akan mengakibatkan masalah-masalah sosial bermunculan. Kemiskinan, pengangguran, pemukiman kumuh, banyaknya gepeng (gelandangan dan pengemis), tingkat kriminalitas tinggi adalah sebagian contoh akibat langsung maupun tidak langsung dari urbanisasi.

Hal tersebut tidak luput juga dari kurangnya perhatian pemerintah pada para urban tersebut, sehingga para urban yang belum siap bersaing di daerah perkotaan akan semakin membuat masalah-masalah sosial diatas.

C. PELUANG(OPPORTUNITIES)

Hampir setiap hari perusahaan-perusahaan di kota-kota besar seperti jakarta membutuhkan karyawan yang memiliki skill sesuai kriteria perusahaan. Para urban yang memenuhi skill tersebut tentu akan mudah mendapatkan pekerjaan di kota besar tersebut.

Peluang pun tidak hanya berasal dari perusahaan saja, berwiraswasta dan berdagang merupakan peluang yang tepat di daerah perkotaan. Karena setiap tahun semakin banyakorang yang datang barang dan jasa juga semakin dicari-cari oleh orang-orang yang membutuhkan tersebut.

D. HAMBATAN(THREATS)

Arus urbanisasi yang tinggi ini tidak begitu mendapatkan perhatian yang maksimal juga dari pemerintah, sehingga para urban benar-benar bersaing di kota besar. Yang mempunyai skill akan menguntungkan mereka sendiri dan perusahaannya sementara yang tidak mempunyai skill akan terlantar dan mengakibatkan beberapa masalah sosial.

Selain itu hambatan yang lain adalah operasi yustisi yg diadakan oleh pemerintah setempat untuk menertibkan pendatang yang tidak memenuhi syarat yang dilakukan di sejumlah daerah pemukiman setempat.

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

Urbanisasi merupakan masalah yang harus kita hadapi bersama, karena urbanisasi ini sudah tidak bisa dicegah lagi dan dianggap hal yang biasa oleh sebagian orang. Mereka yang berurbanisasi harusnya mempunyai skill sesuai bidang mereka agar berguna bagi kehidupan bersama. Peran pemerintah juga sangatlah penting untuk menghadapi permasalahan ini. Peraturan danPerundang-undangan yang jelas mengenai masalah urbanisasi sangat diperlukan agar urbanisasi setiap tahun berjalan teratur dan tidak ada yang dirugikan dari urbanisasi ini.

B. REKOMENDASI

Pemerintah diharapkan bisa melaksanakan pembangunan di pedesaan juga. Infrastruktur, pabrik-pabrik dan industri-industri yang didirikan di desa akan menekan jumlah urbanisasi di kota bahkan mungkin bisa juga menarik kembali para urban yang sudah ada di kota besar menuju kampung halamannya.

Pemberian standar yang layak bagi petani, hal ini sebenarnya cukup menguntungkan bagi negara juga. Jika petani rajin, maka hasil panennya pun turut bagus mengingat tanah kita adalah tanah yang subur. Dengan pemberian ini diharapkan kita bisa ekspor hasil bumi kita ke luar negri lagi dan menarik investor mancanegara maupun domestik untuk berinvestasi di pedesaan sehingga lambat laun roda perekonomian bergerak di desa maupun di kota.

Peningkatan pendidikan dan kesehatan di pedesaan juga harus mendapat perhatian, taraf hidup yang baik akan menghasilkan SDM yang baik-baik juga. Dengan SDM yang baik diharapkan masyarakat indonesia nantinya berwiraswasta sendiri dan menghasilkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

BAB III INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT SERTA HUBUNGANNYA













Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

Soal ISD

1. Jika daerah Bekasi pada tanggal 31 Desember 2008 mempunyai penduduk 750.000 orang dan pada tanggal 31 Desember 2009 mempunyai penduduk 850.000 orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2008 berjumlah berapa orang ?

Apabila pada tahun 2008 di daerah Bekasi ada 13.000 orang yang meninggal dunia, berapa orang Tingkat Kematian Kasar/Crude Death Rate (CDR) ?

2. Di Jakarta jumlah wanita usia subur (usia 15 - 49 tahun) sekitar 35.230.000 orang dan jumlah kelahiran sekitar 8.295.000 orang, berapa Angka Kelahiran Umum/General Fertility Rate (GFR) ?

3. Berapa Ratio Ketergantungan/Dependency of Ratio (DR), jika penduduk di Bekasi usia 0 – 14 tahun sekitar 25.588.000 orang dan penduduk usia 65 tahun ke atas sekitar 70.000.844 orang serta penduduk usia 15 – 64 tahun sekitar 61.869.599 orang.

Jawaban

1. Diketahui : P1 = 750.000

P2 = 850.000

D = 13.000

K = 1.000

Ditanya : Pm?

CDR?

Jawab : Pm = ½ (P1 + P2)

= ½ (750.000 + 850.000)

= 800.000

CDR = ( D / PM ) K

= ( 13.000 / 800.000) 1.000

= 16,25

2. Diketahui : Fm = 35.230.000

B = 8.295.000

K = 1.000

Ditanya : GFR?

Jawab : GFR = ( B / Fm ) K

= ( 8.925.000 / 35.230.000 ) 1.000

= 253,335

3. Diketahui : Pm = 25.588.000

Pt = 70.000.844

Pp = 61.869.599

Ditanya : DR?

Jawab : DR = ( Pm + Pt ) / Pp

= ( 25.588.000 + 70.000.844 ) / 61.869.599

= 1,55

Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini

Design by Amanda @ Blogger Buster