Makalah Dampak Kemiskinan Dalam Perilaku Sosial  

29.12.11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kekuatan untuk menyelesaikan makalah Ilmu Sosial Dasar dengan pembahasan mengenai “Analisis Dampak Kemiskinan Terhadap Perilaku Sosial”. Makalah ini bertujuan untuk memberikan ulasan mengenai dampak kemiskinan terhadap kehidupan bermasyarakat secara sempit maupun luas yang dikemas dalam bahasan apik dengan metode SWOT(Strength, Weakness, Oportunity, Thread) yang memakai bahasa sehari-hari sehingga lebih mudah dicerna dan dipahami. Selain itu dilengkapi juga dengan kesimpulan dan rekomendasi yang membuat pembaca semakin paham dan dapat mengetahui seberapa berpengaruh dampak kemiskinan dalam kehidupan bermasyarakat ini.

Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca menjadi paham tentang dampak kemiskinan,
dan juga bagaimana harus menyikapi dampak kemiskinan ini di dalam kehidupan masyarakat.

Sedikit kata di atas kiranya bisa membuat menjadi sebuah pengantar bagi pembaca, semoga makalah ini bermanfaat bagi kehidupan kita dan juga berimbas baik pada masyarakat.


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemiskinan bukanlah hal yang jarang kita jumpai, siaran berita di televisi pun hampir setiap hari menayangkan berita mengenai kemiskinan di Indonesia. Terhitung sejak 2002 jumlah kemiskinan semakin bertambah seiring dengan minimnya lapangan pekerjaan dan tumbuhnya jumlah penduduk. Pemerintah sudah mengantisipasi dengan mengadakan program KB dan Padat Karya, tetapi hal itu belum mencapai 40% dari yang di targetkan pemerintah.

Kemiskinan yang sebenarnya adalah kewajiban pemerintah untuk memeranginya kini menjadi kewajiban bersama, agar tercipta kehidupan yang damai antar masyarakat di Indonesia.

Makalah ini dibuat untuk membahas tentang dampak kemiskinan terhadap perilaku sosial dengan metode SWOT dilengkapi juga dengan kesimpulan dan rekomendasinya.

B.Tujuan
1.Tujuan Umum
Tujuan umum pada makalah adalah mempelajari tentang Apa saja Dampak Kemiskinan bagi masyarakat.
2.Tujuan Khusus
Tujuan khusus pada makalah ini adalah:
a.Mengidentifikasi Kelebihan, kekurangan, peluang serta tantangan dari dampak kemiskinan terhadap perilaku masyarakat.
b.Mengidentifikasi kesimpulan dan Apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi dampak kemiskinan
terhadap perilaku masyarakat.

C.Sasaran
Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1.Pembaca dapat menentukan langkah yang tepat dalam menyikapi dampak kemiskinan terhadap perilaku masyarakat.
2.Pembaca dapat menyebarkan informasi mengenai dampak kemiskinan terhadap perilaku masyarakat agar kemiskinan dapat kita perangi bersama.


BAB II PERMASALAHAN

Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan minimnya lapangan pekerjaan di pedesaan menjadikan orang berkeinginan untuk merantau ke kota-kota besar terutama di ibukota. Namun hal tersebut belum tentu sesuai yang diharapkan. Kehidupan di Ibukota menjadi semakin keras saat semua orang berusaha untuk mendapat kesejahteraan. Banyak orang yang mempunyai skill di bidangnya dapat dengan mudah mencapainya, namun banyak juga yang malah menganggur di kota besar ini.
Semakin banyaknya tingkat pengangguran akan membuat mereka melakukan apa saja demi menyambung kehidupan, tindakan kriminal pun menjadi salah satu tindakan.
Selain itu kemiskinan menyebabkan sisi lain ibukota jakarta menjadi tontonan yang tidak layak, banyak rumah-rumah dari kardus di buat di sepanjang rel kereta api tanpa memikirkan keselamatan, di kolong-kolong jembatan pun benyak dibangun rumah seadanya.

A.Kekuatan
Kemiskinan merupakan kesenjangan sosial yang sudah umum terjadi di masyarakat, dengan menyumbangkan sedikit harta kita tentunya kita juga akan merasakan keindahan berbagi untuk sesama.

Kemiskinan yang terjadi membuat orang-orang itu menjadi pekerja mau melakukan apa saja demi mencukupi kehidupan mereka, mereka bisa dengan mudah diminta pertolongan untuk membersihkan sampah di got-got jakarta dan pekerjaan lain yang tidak bisa kita dapatkan dari orang yang kaya.

Kemiskinan dari pedesaan tentunya akan mendorong mereka menjual apa saja hasil dari pedesaan ke perkotaan, hal ini tentunya akan mencukupi kebutuhan sandang dan pangan masyarakat perkotaan.

B.Kelemahan
Namun selain mereka bisa bekerja sebagai apapun, adakalanya pekerjaan tidak datang dan tindakan kriminal kerap kali dilakukan. Hal ini yang kebanyakan membuat masyarakat resah.

Kemiskinan yang terjadi membuat kita benar-benar trenyuh akan kehidupan mereka. Banyak rumah di bangun di sepanjang rel kereta api, karena keuangan mereka hanya cukup untuk membeli makan sehari-hari saja.

Banyaknya kemiskinan di pedesaan membuat banyak orang yang mencoba ke perkotaan, namun di perkotaan pun tidak ada pekerjaan di dapat, pengangguran semakin banyak di perkotaan, kemacetan dan keresahan pun meningkat.

C.Peluang
Lapangan pekerjaan benar-benar tindakan yang tepat untuk mengurangi jumlah kemiskinan, sekali kita membuka lapangan pekerjaan, tentunya akan langsung banyak orang yang mencalonkan diri sebagai pekerja. Hal ini bisa menjadi baik jika orang-orang tersebut bekerja dengan sungguh-sungguh.

Dilihat dari segi keagamaan pun kita juga dituntut untuk menyisihkan sedikit harta kita untuk fakir miskin, inilah saat yang tepat untuk bersedekah kepada mereka.

Pasar pun akan semakin luas, jika orang-orang tersebut mencari ide kreatif seperti membuat kerajinan dan yang lainnya, dengan semakin banyaknya ide kreatif maka nilai jual Indonesia di mata negara lain akan semakin meningkat.

D.Tantangan
Banyaknya orang yang menganggur dan termasuk dalam kategori miskin, membuat tantangan tersendiri bagi pemerintah, pemerintah harus berpikir extra keras untuk membuat lapangan pekerjaan yang bermutu bagi pengangguran Indonesia.

Kita pun ditantang untuk berperilaku baik dan menaati peraturan, selain itu aparat-aparat keamanan dan aparatur negara pun harus mentaati peraturan itu. Kalau kita baik ada kemungkinan investor negara asing akan mendirikan pabrik di Indonesia, dan lapangan pekerjaan pun bertambah.

Tantangan berikutnya datang dari masyarakat itu sendiri, siapkah mereka untuk bekerja dengan baik? Sebanyak apapun pekerjaan jika kita tidak menguasai bidang kita juga pasti akan di keluarkan dari perusahaan. Mereka harus menyiapkan diri dengan terus mengembangkan skill yang dimilikinya.

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.Kesimpulan
1.Dampak Kemiskinan pada perilaku sosial sangat banyak, ada yang positif dan ada yang negatif, oleh karena itu semua orang dituntut bisa menjadikan sisi negatif kemiskinan menjadi sisi positifnya.
2.Dampak kemiskinan lebih banyak dampak negatifnya, disini kita harus mengerti bagaimana cara untuk menekan dampak negatif, sehingga kehidupan bermasyarakat kita menjadi lebih sejahtera.
3.Pemerintah harus memikirkan cara untuk memperbanyak lapangan pekerjaan, dan juga harus memikirkan cara agar masyarakat berperilaku baik, sehingga investor di negara lain mau membangun lapangan pekerjaan di Indonesia.

B.Rekomendasi
1.Barang-barang dari pedesaan yang di jual ke perkotaan harusnya sampai di tempat sebelum menjadi barnag jelek, oleh karena itu sistem distribusi harus disiapkan agar berbuah baik di kedua belah pihak.
2.Satu-satunya jalan untuk mengurangi tingkat kriminal adalah lapangan pekerjaan, disini kita harus tunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang bagus untuk investasi, sehingga investor pun berbondong-bondong untuk mendirikan perusahaan dan pabrik di Indonesia.
3.Ide-ide kreatif perlu selalu dikembangkan, mengingat dengan adanya ide kreatif kita bisa kembangkan menjadi lapangan pakerjaan yang bisa membuat mata dunia teralihkan ke indonesia.
4.mempersiapkan diri bisa dimulai dari sekarang, kita bisa bersekolah di SMK untuk mendapatkan ketrampilan lebih dulu agar kita dapat bekerja setelah lulus SMKnya selain itu kita juga harus tetap mengembangkan skill dan kemampuan kita agar apapun lapangan pekerjaan yang kita peroleh, kita bisa mengerjakannya dengan baik.





Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Prasangka, DIskriminasi dan Etnosentrisme  


Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Makalah Padat Karya Salah Satu Upaya Untuk Mengatasi Pengangguran  

25.11.11


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kekuatan untuk menyelesaikan makalah Ilmu Sosial Dasar dengan pembahasan mengenai “Peran Padat Karya Dalam Mengatasi Pengangguran”. Makalah ini bertujuan untuk memberikan ulasan mengenai seberapa penting peran Padat Karya dalam kehidupan bermasyarakat yang dikemas dalam bahasan apik dengan metode SWOT(Strength, Weakness, Oportunity, Thread) yang memakai bahasa sehari-hari sehingga lebih mudah dicerna dan dipahami. Selain itu dilengkapi juga dengan kesimpulan dan rekomendasi yang membuat pembaca semakin paham dan dapat mengambil langkah untuk menyikapi Program Padat Karya ini.

Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca menjadi paham tentang peran padat karya,
dan juga bagaimana harus menyikapi padat karya ini di dalam kehidupan masyarakat.

Sedikit kata di atas kiranya bisa membuat menjadi sebuah pengantar bagi pembaca, semoga makalah ini bermanfaat bagi kehidupan kita dan juga berimbas baik pada masyarakat.


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring Berjalannya waktu dari tahun ke tahun semakin banyak pula penduduk Indonesia dari tahun 80-an masih sekitar 150 juta jiwa sampai tahun 90-an dimana penduduk di Indonesia mencapai 250 juta jiwa. Hal ini sebenarnya baik karena dengan keadaan seperti ini akan semakin banyak usia produktif untuk mendongkrak pasar dunia, namun di lapangan tidak demikian, karena minimnya lapangan pekerjaan. Kebanyakan dari penduduk Indonesia berebut posisi sebagai pegawai kantoran, bukan membuka lapangan pekerjaan sendiri. Hal ini juga bukan karena sebab, sebab utama adala gaji pokok yang menjanjikan, lain halnya dengan membuka usaha sendiri yang terkadang malah dipandang sebelah mata oleh orang dalam negeri.

Karena hal tersebut banyak pula penduduk yang masih menjadi pengangguran sampai saat ini, hal ini membuat DepNaKer(Departemen Tenaga Kerja) mengambil langkah untuk menanggulangi atau paling tidak mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia dengan adanya program “Padat Karya”. Padat Karya sendiri adalah gerakan membuat suatu karya dengan sedikit sekali manggunakan mesin melainkan menggunakan sumber daya manusia yang ada. Dengan adanya program ini diharapkan masyarakat yang masih mengaggur menjadi seorang pekerja, karena minimnya resource mesin yang digunakan.

Makalah ini dibuat untuk membahas tentang padat karya dengan metode SWOT dilengkapi juga dengan kesimpulan dan rekomendasinya.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum pada makalah adalah mempelajari tentang Apakah itu “Padat Karya” dan dampaknya bagi masyarakat.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus pada makalah ini adalah:
a. Mengidentifikasi Kelebihan, kekurangan, peluang serta tantangan dari program “Padat Karya”.
b. Mengidentifikasi kesimpulan dan Apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi “Padat Karya”.

C. Sasaran
Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1. Pembaca dapat menentukan langkah yang tepat dalam menyikapi usaha pemerintah mengentas pengangguran dengan program “Padat Karya” ini.
2. Pembaca dapat menyebarkan informasi mengenai program ini kepada orang yang kurang pengetahuannya tentang betapa pentingnya program “Padat Karya” ini.


BAB II PERMASALAHAN

Akhir-akhir ini pemerintah disibukkan dengan masalah kependudukan yang semakin hari semakin sulit untuk dicari jalan keluarnya. Membludaknya pertumbuhan dari tahun ke tahun menyebabkan banyaknya pengangguran dan kriminal karena lapangan pekerjaan yang kurang seimbang dengan laju pertumbuhan penduduknya, dari sini muncul pertanyaan “Bagaimana mengentas atau paling tidak mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia?”. Depnaker sebagai badan yang paling bertanggungjawab akan hal ini meneluarkan sebuah program yang di sebut-sebut sebagai “Padat Karya”. Namun sebagaimana padat karya tersebut berpengaruh kepada kehidupan masyarakat? Apa kelemahan dan kelebihan padat karya? Bagaimana kita menyikapi padat karya tersebut? Pertanyaan tersebut tentunya selalu ada di benak kita sewaktu kita mendengar sesuatu yang asing. Di makalah ini kita akan mengulas satu per satu tentang program padat karya ini.

A. Kekuatan
Program padat karya ini memungkinkan masyarakat yang kurang mampu untuk menambah penghasilan mereka dengan membuat suatu karya, dengan kata lain jumlah pengangguran akan semakin berkurang seiring dengan suksesnya program ini.

Program ini memungkinkan untuk ekspor suatu karya negri ke luar negeri, dengan begitu tentunya devisa negara pun akan bertambah dan Indonesia akan semakin dikenal di mata dunia.

Program ini diharapkan akan menghasilkan suatu karya yang berharga, dengan begitu akan menimbulkan rasa cinta produk dalam negeri dan kegiatan import pun akan berkurang.

B. Kelemahan
Kurangnya perhatian dalam program ini, banyak juga pejabat dan orang-orang besar yang masih setia menggunakan produk-produk luar negeri seperti jepang dan korea karena dinilai lebih berharga dan lebih bagus kwalitasnya.

Masih banyaknya penduduk yang tetap ingin menjadi pegawai kantoran dengan bayangan pekerjaan lebih stabil karena sistemnya sudah jadi, gaji besar dan tinggal di ruangan ber-AC walaupun di lapangan tidak semua pegawai demikian.

Kurang bisanya masyarakat Indonesia bersaing dengan produk luar negeri, karena untuk bersaing tentunya harus memiliki sebuah nama sedangkan untuk memiliki sebuah nama diperlukan waktu yang tidak singkat.

C. Peluang
Dilihat di aspek ekonomi peluang untuk program padat karya sangat baik karena mengurangi resource untuk import alat dari luar negeri karena semua dikerjakan dengan sumber daya manusia yang ada.

Dilihat dari aspek sosial juga sangat baik, dengan di galakkannya program ini akan mengurangi jumlah pengangguran yang tentunya tingkat kriminalitas juga akan turun.

Dilihat dari aspek global, jika produk dalam negeri memiliki kualitas yang lebih baik daripada produk luar negri bukan tidak mungkin Indonesia akan menguasai pasar dunia.

D. Tantangan
Produk luar negeri yang semakin hari juga semakin tak mau kalah dari yang lain menyebabkan tingkat persaingan semakin ketat saja. Sebagai contoh belum selesai booming iPad sudah muncul iPad2 yang semakin canggih tehnologinya.

Dari dalam negeri sendiri pun semakin banyaknya perusahaan asing menjadikan masyarakat Indonesia semakin tidak mendiri, mereka berebut menjadi pegawa di perusahaan tersebut. Padahal jika kita serius menggarap produk produk dalam negeri, bukan hal yang mustahil dominasi Honda dan Yamaha di pasar dunia kita gusur dengan brand Indonesia, karena dilihat dari SDM maupun SDA seharusnya kita jauh jauh di atas mereka.

Tantangan berikutnya juga datang dari pemerintah sendiri, bagaimana tidak jika penduduk yang berjuang untuk perekonomian Indonesia sekarang malah kurang dihargai? Tentunya penduduk tersebut akan mencari pekerjaan dimana mereka lebih dihargai walaupun itu adalah perusahaan asing.


BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
1. Padat Karya adalah program yang diberlakukan pemerintah untuk mengentas pengangguran di Indonesia.
2. Program Padat Karya memiliki banyak keuntungan jika kita berhasil menghadapi semua tantangannya, jadi jika bukan kita yang mendukung, siapa lagi? Kita sebagai bangsa Indonesia juga baiknya mendukung dengan ikut berperan aktif dalam padat karya.
3. Pemerintah harus menyiapkan semua hal yang diperlukan untuk mensukseskan program Padat Karya, seperti penghargaan yang lebih tinggi dan juga membantu memasarkan produk dalam negeri tersebut ke luar negeri, karena semakin dikenal di mata dunia, nilai jual produk tersebut juga semakin tinggi.

B. Rekomendasi
1. Produk yang dihasilkan ada baiknya di produksi dari tingkat paling rendah sampai paling tinggi, untuk yang paling pilih dari bahan yang berkualitas juga dan jangan bohongi konsumen. Karena semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen maka semakin tinggi pula nilai jual produk kita. Toh kebanyakan orang juga sudah banyak yang mulai menganut “Ada Harga Ada Kualitas”. Dengan kualitas produk yang baik pula masyarakat Indonesia akan semakin cinta produk dalam negeri dan mulai meninggalkan produk import.
2. Pejabat dan orang-orang besar harusnya mendukung program ini dengan membeli produk dalam negeri, karena kebanyakan orang-orang yang konsumtif adalah orang yang mempunyai banyak uang. Jika mereka mengeluarkan uang untuk membeli produk dalam negeri bukan tidak mungkin masyarakat mulai memikirkan usaha apa yang kiranya banyak diminati di Indonesia dan semakin banyak pula terbuka lapangan pekerjaan.
3. Untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas memang diperlukan banyaknya lapangan pekerjaan, sebuah pabrik kerupuk ataupun pabrik makanan ringan sangat bisa menarik perhatian masyarakat sekitar. Mulailah dari bisnis yang kecil untuk mendapatkan sebuah bisnis yang besar.
4. Produk luar negeri yang semakin hari semakin canggih memang menjadi problem tersendiri ketatnya persaingan global. Tapi hal ini bisa juga kita siasati dengan menuntut ilmu di luar negeri bagi yang mampu. Paling tidak selama 5 tahun kita tentu tau bagaimana sifat dari orang luar negeri dan kita juga sudah berwawasan lebih luas daripada sekarang. Jika kita mampu membuat usaha di Indonesia dengan ilmu luar negeri bukan hal yang sulit untuk membuat semacam iPad2 atau bahkan mungkin kita bisa mengembangkannya lagi.


Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Design by Amanda @ Blogger Buster